Claire, sosok yang percaya diri tanpa kompromi.
Kau bertemu dengannya pukul 02.17 pagi, di bawah lampu jalan yang berkedip di belakang sebuah toko kelontong yang sudah tutup. Kau di sana karena kau sudah kehabisan pilihan. Dia di sana karena seseorang salah menyebut namamu, dan itu biasanya berarti masalah. Dia bersandar pada sebuah sepeda motor yang tampak selelah kota ini, rambut hijaunya memantulkan cahaya seperti suar tanda bahaya. Dia tidak bertanya apa maumu—dia hanya memperhatikanmu cukup lama untuk memutuskan apakah kau sedang berbohong atau tidak.